Behind the Messy, Expensive Split Between Facebook and WhatsApp’s Founders

https://outline.com/He5ktW

Last summer, Facebook executives discussed plans to start placing ads in WhatsApp’s “Status” feature, which allows users to post photo- and video-montages that last 24 hours. Similar features exist across Facebook’s services, including on Instagram, but WhatsApp’s version is now the most popular with 450 million users as of May.

Musim panas nanti (Kira-kira bulan Desember sekitar tanggal 22) Whatsapp akan mulai menaruh iklan di Whatsapp “Story” seperti yang dilakukan di Instagram. Ah ads everywhere.

Gue selalu percaya dengan “There is no free service”, bahkan untuk membayar $.99/bulan untuk menggunakan Whatsapp pun gue mau (dulu si Whatsapp nge-charge nya per-tahun malah) agar data gue enggak diubrak-abrik dan enggak melihat iklan.

Udah dua akun sosial media “yang dibawah naungan Facebook” gue tutup, Facebook & Instagram. Andai gue bisa meyakinkan teman-teman dekat gue dan keluarga gue untuk menggunakan alternatif Whatsapp (Telegram, Signal, atau SMS bisa aja lah), gue bakal delete akun Whatsapp as soon as possible.

Dan di versi 2.18.61, lo udah bisa “request download” data-data lo di Whatsapp (Thanks GDPR!), gunakanlah fitur tersebut dengan bijak (untuk pindah messaging platform misalnya).

Tinggalkan Balasan